<p align="justify" style="text-align:justify"><span style="text-justify:inter-ideograph"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri"><b><span style="font-size:11,0000pt"><span style="font-family:'Times New Roman'"><span style="font-weight:bold">DALUNG (23/01/2026)</span></span></span></b><span style="font-size:11,0000pt"><span style="font-family:'Times New Roman'"> – </span></span></span></span></span><span style="text-justify:inter-ideograph"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri"><span style="font-size:11,0000pt"><span style="font-family:'Times New Roman'">Sekaa Teruna Teruni (STT) Eka Budhi Dharma Banjar Untal-Untal, Desa Dalung sedang mempersiapkan ogoh-ogoh untuk menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948, pada Sabtu (3/1). Para pemuda di Untal-Untal menginisiasi proses pembuatan ogoh-ogoh dengan semangat tinggi. Perayaan Hari Raya Nyepi memiliki makna yang sakral dalam budaya Bali. Hari Raya Nyepi merupakan tahun baru umat Hindu di Bali berdasarkan kalender Saka. Kata Nyepi berasal dari kata senyap atau sunyi. Ogoh-ogoh sendiri merupakan salah satu rangkaian acara Hari Raya Nyepi di Bali. Ogoh – ogoh akan diarak pada malam sebelum Nyepi, yakni saat “Ngerupukan” pada bulan maret nanti.</span></span></span></span></span></p> <p align="justify" style="text-align:justify"> </p> <p><span style="text-justify:inter-ideograph"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri"><span style="font-size:11,0000pt"><span style="font-family:'Times New Roman'">Ogoh – ogoh merupakan karya seni dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhuta) alam semesta dan waktu (kala) yang tak terukur. Maka dalam perwujudan ogoh – ogoh Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan. Ketua ST. Eka Budhi Dharma I Putu Bayu Hartanugraha menjelaskan ogoh – ogoh yang dibuat di Banjar Untal-Untal sedang dalam proses pembuatan. “<em><strong>Dalam proses pembuatan ogoh – ogoh dimulai dari pembuatan sketsa. Setelah sketsa selesai, proses selanjutnya adalah pembuatan kerangka ogoh – ogoh dari bambu. Setelah kerangka selesai, proses selanjutnya adalah pemasangan koran atau kerdus bekas untuk menutupi kerangka. Terakhir, ogoh – ogoh dihiasi dengan berbagai macam ornamen. Untuk persiapan ogoh – ogoh sudah dimulai sejak akhir bulan Desember. Pengerjaannya dilakukan setiap sore hari hingga malam,” </strong></em>ucapnya.</span></span></span></span></span></p> <p> </p> <p><span style="text-justify:inter-ideograph"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri"><span style="font-size:11,0000pt"><span style="font-family:'Times New Roman'">Proses pembuatan ogoh-ogoh akan menjadi momentum bagi Sekaa Teruna Teruni (STT) Banjar Untal-Untal untuk menjaga dan melestarikan tradisi budaya bali. Semua warga Banjar Untal-Untal terlibat dalam pembuatan ogoh – ogoh. Mulai dari anak – anak , remaja, hingga orang dewasa. Kelian Banjar Adat Untal-Untal I Made Putra Suarna menyampaikan harapannya, <em><strong>“Saya harap semua masyarakat Bali dapat merayakan Hari Raya Nyepi dengan rasa aman. Dengan karya seni ogoh-ogoh yang dibuat, saya harap ST. Eka Budhi Dharma dapat menginspirasi generasi lainnya untuk mencintai dan melestarikan budaya Bali,”</strong></em> ungkapnya.</span></span></span></span></span></p> <p align="justify" style="text-align:justify"> </p> <p align="justify" style="text-align:justify"><span style="text-justify:inter-ideograph"><span style="line-height:107%"><span style="font-family:Calibri"><b><span style="font-size:12,0000pt"><span style="font-family:'Times New Roman'"><span style="font-weight:bold">(KIMDLG-001).</span></span></span></b></span></span></span></p>
Persiapan Ogoh – Ogoh Menyambut Hari Raya Nyepi 2026 di Banjar Untal-Untal, Desa Dalung
23 Jan 2026